Rabu, 19 Juni 2019

"Perbedaan Profesi, Profesional, dan Profesionalisme"




Profesi
Profesi menurut dalam KBBI adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian dan ketrampilan pelakuknya.

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.

Contoh profesi:
Guru, pilot , polisi, IRT, Nelayan, Tukang parkir, buruh, dan lain-lain.

Profesional
Profesional  diadaptasikan dari istilah bahasa Inggris yaitu Profession yang berarti pekerjaan atau karir.
Profesional adalah orang yang menyandang suatu jabatan atau pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian atau keterampilan yang tinggi. Hal ini juga pengaruh terhadap penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan di profesinya.

“Professional” mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. Penyandangan dan penampilan “professional” ini telah mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal.

Contoh Profesional:
Mahasiswa, IRT,  dan lain-lain

Profesionalisme
Dalam KBBI profesionalisme adalah berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional.

Profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional, dst. 

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan –serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Contoh Profesionalisme:
Chef, pengusaha, dll

"Marketing"



Marketing menurut philip kotler dan Gary Amstrong, pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Sedangkan menurut william J. Stanton, dkk. pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk mendistribusikan barang-barang yang memuaskan keinginan dan mencapai sasaran serta tujuan organisasi.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah suatu proses penciptaan dan pertukaran produk atau nilai yang dapat memuaskan kebutuhan individu maupun organisasi. Pemasaran ini dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia.

Pemasaran perpustakaan (Library marketing) 
Pemasaran perpustakaan sangat perlu dilakukan karena dewasa ini banyak hal yang terjadi di perpustakaan, seperti pengunjungnya semakin berkurang dikarena informasi sudah lebih mudah untuk diakses bisa melalui telpon genggam tanpa harus pergi keperpustakaan informasi bisa kita dapatkan. Namun, walaupun hal semacam ini terjadi diperpustakaaan perpustakaan tetap juga harus mempertahankan bisnisnya, yaitu memberi layanan informasi pada pemustaka. 

Alasan Kurangnya pengunjung keperpustakaan saat ini adalah:
  • Informasi tersedia lambat di perpustakaan
  • Mengobrol di perpustakaan
  • Masalah informasi
  • Pengguna kurang nyaman

"Embedded Librarian"

Assalamualaikum sahabat literasi, salam sejahtera untuk kita semua.
Terimakasih penulis ucapkan untuk yang selalu setia mengikuti konten blog penulis.
Pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi informasi sedikit mengenai "Embedded Librarian".

Pengertian Embedded Librarian
" Embedded Librarian adalah "the integration of library and library service within and organition unit, deparment or team". (Embedded Librarian adalah integritas dari pustakawan dan layanan perpustakaan di dalam sebuah organisasi, unit, departemen atau tim).

Tujuan Embedded Librarianship
Adapun tujuan dari Embedded Librarianshiini adalah antara lain sebagai berikut:
  • Pustakawan dalam tim kerja
  • Mengoptimalkan perpustakaan dengan kerangka kerja 
  • Layanan yang baik
  • Librarian sebagai sumber informasi
  • Selain kemampuan di perpustakaan  pustakawan harus memiliki kemampuan lain
  • Membangun layanan
  • Harus mengetahui kebutuhan pemustaka.

"Distrupsi dan eksistensi Pustakawan"



Disrupsi adalah sebuah inovasi yang menggantikan seluruh sistem lama dengan yang baru.  Era disruptif ini didefinisikan sebagai suatu era denagn hampir ketiadaan sistem atau siklus kehidupannya yang semakin pendek. Karakteristiknya ada perubahan eksponensial, melahirkan sistem yang semakin serba cepat digunakan dan digantikan dengan sistem baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pada waktu tersebut. Sedangkan pengertian eksistensi pustakawan adalah digunakan sebagai syarat untuk dianggap mampu dalam melakukan tugas-tugas tertentu.

Upaya pustakawan menghadapi disrupsi profesi
Upayanya yaitu dengan cara sebagai berikut:

  • Menyatukan perbedaan
  • Menyatukan jaringan yang tersebar menjadi satu hubungan kerjasama yang kuat
  • Menciptakan paralogi jaringan digital
"E-Resource di Perpustakaan"


Tau gak?????🤔🤔🤔

Mari cari tau, untuk tambah ilmunya😊
E-resources di perpustakaan merupakan suatu bahan rujukan di perpustakaan yang dalam pengaksesannya dilakukan melalui media elektronik seperti komputer dan sejenis perangkat lunak lainnya secara online dan offline.
E-resources diperpustakaan memiliki peran penting guna memenuhi kebutuhan informasi para pengguna perpustakaan. Jenis jenis e-resources tersebut antara lain: 
E-journal,
E-books,
Database full text,
Database indexing dan abstracting,
Database referensi (biografi, kamus, direktori, insklopedia, dll),
Data dan statistik,
E-images,
e-audio dan Sumber daya visual.
"KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIC (KIP)"

Salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. hak atas informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk di awasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggung jawabkan.

UU KP telah diundangkan pada tanggal 30 april 2008 dalam lembaran negara republik indonesia nomor 4846 dan mulai berlaku efektif sejak 2 tahun diundangkan yaitu tangal 30 april 2010. UU KIP yang terdiri dari 14 bab 64 pasal ini menghendaki tersedianya informasi secara lengkap, tersusun rapi dan terpusat pada suatu institusi badan informsi publik. dengan demikian informasi ynag dibutuhkan menjadi mudah di akses baik oleh pegawai pemerintah maupun masyarakat dn otomatis menghemat biaya dan waktu kerja yang diperlukan ketika menelusuri dan mencari informasi yang sbelumnya terserak atau tidak tertata dengan baik. hal ini sangat penting demi meningkatkan hubungan bak antara instansi pemerintah dengan masyarakat.
 UU KIP ini mengamanatkan empat peraturan turunan yaitu :
a. PP tentang masa retensi (masa berlakunya kerahasiaan)
b. PP tentang ganti rugi
c. peraturan komisi informasi tentang standar layanan informasi
d. peraturan komis infprmasi tentang prosedur penyelesaian sengketa

" Teori IKIGAI "

Whatttt😮????
Apaan nihhh?????

Lihat penjelasannya dulu yaaa
Istilah ikigai berasal dari “IKI” yang artinya kehidupan dan “GAI” berarti nilai. Jadi ikigai adalah tujuan dan nilai hidup untuk siap menghadapi hari-hari. Ikigai adalah sebuah konsep pemikiran untuk memahami sebuah alasan untuk hidup, ikigai lahir dari kebiasaan orang jepang yang membuat mereka lebih semangat menjalani hari-harinya, ikigai juga menekankan pada tujuan dan nilai dasar hidup yang akan dipegang terus-menerus.
Dari beberapa sumber yang kami baca, ikigai merupakan suatu cara atau metode yang berasal dari Jepang, yaitu suatu cara untuk meningkatkan kegairahan kehidupannya kembali melalui minat dan hobi baru, maupun hobi yang dibangkitkan kembali.

Terdapat empat poin utama dalam penerapan teori ikigai, yaitu:
1. Passions
2. Profession
3. Vocation
4. Mission